Mahyunadi Sarankan Pemprov-Pemkab Bahas Anggaran Kebutuhan Pangan Rakyat
(Mahyunadi)
SANGATTA - Anggota DPRD Provinsi
Kalimantan Timur Mahyunadi mengaku dalam
beberapa hari terakhir dirinya mendapatkan pesan baik lewat SMS maupun pesan
Whatsapp dari masyarakat kecil, dalam hal ini antara lain pedagang makanan,
tukang ojek, hingga paklek-paklek pentol dan lain-lain yang mendapatkan imbas
luar biasa dari adanya pandemi virus corona (Covid-19).
Dirinya menyadari bahwa dengan
diberlakukannya isolasi wilayah atau lockdown oleh beberapa Kabupaten/Kota di
Kalimantan Timur untuk pencegahan wabah virus corona merupakan sesuatu yang
baik sekali.
Tetapi berbicara tentang nasib
orang-orang kecil yang mengandalkan hidup dalam sehari lewat berdagang dan
sebagainya, tentu dibutuhkan upaya untuk tetap membuat mereka tetap hidup normal
terutama membuat dapurnya tetap menyala untuk makan.
"Mereka ini berusaha bukan untuk
jadi kaya, tetapi untuk dapat bertahan hidup sehari-hari. Jika hari ini tidak
ada dapat penghasilan, maka muncul kekhawatiran terkait apa yang akan mereka
makan pada hari-hari berikutnya," jelas Mahyunadi.
Dari sinilah dirinya ini berfikir, ia
tidak bisa membayangkan jika aturan ini
kemudian diperpanjang hingga menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadhan. Tentu
akan ada ribuan masyarakat yang tidak punya ketersediaan bahan pokok atau
penghasilan, akan terdampak sekali. Dalam seminggu ini saja, dirinya mengaku
telah didatangi beberapa orang yang mengalami keterbasan penghasilan untuk
minta dibantu. Tetapi untuk hari-hari selanjutnya, tentu akan sangat sulit
dilakukan karena semua benar-benar terdampak.
"Tentu pemerintah harus mengambil
jalan untuk mengatasi permasalahan ini, kalau waktu isolasi wilayah atau
lockdown sangat panjang. Tentu akan banyak dana yang dibutuhkan terkait perihal
ini. Bukan hanya menyiapkan peralatan medis dan sanitasi terkait dampak corona,
tetapi pemerintah juga harus menyiapkan bahan makanan untuk masyarakat,"
ungkapnya kepada wartawan Senin (30/3/2020).
Untuk itu tidak perlu muluk-muluk, bagi
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun Kabupaten Kutai Timur untuk
menyiapkan anggaran yang cukup terkait kebutuhan pangan bagi masyarakat.
Mahyunadi menyebutkan bahwa Pemprov Kaltim memiliki dana silpa yang cukup besar
dan bisa digunakan. Walaupun APBD-P belum ditetapkan dan APBD 2020 sudah
disahkan, tetapi masih ada metode-metode untuk mengesahkan atau menggunakan anggaran
mendahului APBD-P nanti.
"Saya berharap kepada Bapak
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Bapak Bupati Kutai Timur dapat segera
menginisiasi hal ini dan melaksanakannya, dimana berbicara dengan pihak terkait
yang dalam hal ini DPRD untuk membahas persiapan anggaran tentang isolasi
wilayah atau lockdown. Anggarkan saja, terpakai tidak terpakai nantinya tetap
bisa dipertanggungjawabkan, itu saran saya dan mudah-mudahan pendapat saya bisa
dimaklumi dan bisa dipahami oleh pihak-pihak terkait. Ini hanya sekedar
kehati-hatian saya," tegasnya.(nd)